Browser Untuk Anak Autis

Kakek bernama John LeSieur itu mendapatkan inspirasi untuk menciptakan web browser khusus bagi penyandang autis dari cucunya.

Diinformasikan Sfgate, cucu LeSieur — Zackary (6 tahun) — adalah anak autis yang kesulitan menggunakan web browser biasa untuk mengakses internet. Sehingga ia frustasi dan kerap membuang mouse-nya.

Sebagai kakek, LeSieur pun ‘tersentuh’ dan merasa terpanggil untuk membantu sang cucu tercinta. Kemudian, ia berusaha mencari tool online yang dapat memandu penyandang autis menjelajahi dunia maya, namun tak ada satu pun yang memuaskan.

Akhirnya, LeSieur memutuskan menciptakan web browser khusus yang lebih sederhana dibandingkan web browser pada umumnya. Web browser yang diberi nama Zac Browser For Autistic Children ini menutup sejumlah situs yang dinilai kurang pantas untuk dikonsumsi anak-anak. Seperti memblokir konten kekerasan, seks dan konten dewasa lainnya.

Selain itu, web browser ini juga memiliki icon-icon yang lebih besar dengan tampilan gambar menarik serta meniadakan sejumlah fitur yang dapat membingungkan anak-anak, semisal tombol print screen dan klik kanan.

“Kami berusaha menghindari situs yang tak pantas, rumit atau membingungkan. Karena ketika mereka (anak autis – red.) lepas kontrol, mereka mudah menjadi frustasi,” tandas LeSieur.

Browser ini sendiri dapat di-download secara cuma-cuma di www.zacbrowser.com [Sumber: d-software.org]

4 Negara Tolak Standarisasi Format Dokumen Microsoft

Empat negara berkembang secara terang-terangan menolak mengadopsi format dokumen Open Office XML milik Microsoft sebagai standar internasional.

Dalam keterangan resmi badan standarisasi dunia (ISO) melalui Reuters, Selasa (10/6/2008) menyatakan bahwa empat negara tersebut adalah Brasil, India, Afrika Selatan dan Venezuela. Bagi Microsoft, meraih kesepakatan dari seluruh cabang ISO di berbagai negara akan membuat Microsoft berjaya di sektor-sektor publik manapun. Apalagi pemerintahan di beberapa negara masih ragu menggunakan format proprietari.

Akibat penolakan tersebut, adopsi OOXML sebagai standar ISO akan ditangguhkan sampai permasalahan terpecahkan. Untuk menunggu hal ini dibutuhkan waktu berbulan-bulan.

Banyak kritikan yang terlontar mengenai format OOXML yang dianggap tidak terlalu kompatibel dengan format dokumen lainnya. Berbeda dengan format Open Dokumen dari open source yang lebih dikenal sebagai format pengarsipan yang sudah memenuhi standarisasi ISO. [Okezone]

Hello world!

Welcome to Catatan Agusto

Ditulis dalam Info. Tag: . Leave a Comment »