Oleh Muchammad Ismail
Anna Patterson, 35, bersiap menghadirkan pesaing utama Google sebagai mesin pencari (search engine) di dunia maya. Bagaimana prospeknya?
PATTERSON bersama suami dan beberapa mantan pekerja Google mendirikan mesin pencari bernama Cuil (baca: ‘cool’). Cuil merupakan istilah dari bahasa Irlandia yang berarti kebijaksanaan. Patterson berharap makna filosofis itu dapat diterapkan oleh timnya, yaitu kebijaksanaan untuk mengembangkan mesin pencari.
Ibu muda yang lahir di Chicago, Amerika Serikat (AS), ini membangun Cuil dengan bantuan dana investasi sebesar USD33 juta. Saat ini Cuil baru mempekerjakan 30 orang. ”Kami fokus pada pertumbuhan bertahap dan semakin kuat,” ungkap Patterson belum lama ini.
Kendati baru diluncurkan Senin (28/7), Cuil telah dipersiapkan secara matang untuk menjadi pesaing kuat Google, mesin pencari terbesar di dunia selain Yahoo! dan Microsoft. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan comScore Juni lalu, Google diminati sekitar 61,5% pengunjung.
Adapun Yahoo! dan Microsoft masing-masing 20,9% dan 9,2% pengunjung. Patterson mengklaim Cuil dirancang lebih komprehensif dan efisien dibandingkan Google. Dalam tahap awal, indeks pencarian Cuil menjangkau 120 miliar halaman jaringan di internet. Patterson sebelumnya sangat yakin jika jangkauan halaman tersebut tiga kali lebih besar daripada kemampuan Google, meskipun tidak ada cara untuk mengetahuinya secara pasti.
Dalam proses perancangan, Cuil dianggap meniru metode pencarian Google. Namun, Patterson percaya Cuil mempunyai beberapa perbedaan dengan Google, termasuk cara untuk mengidentifikasi dan menampilkan hasil pencairan. Teknologi yang dipakai Cuil lebih menekankan pada aktualitas hasil pencarian.
Hal inilah yang dianggapnya berbeda dengan hasil dari mesin pencari yang dimiliki Google. Patterson sengaja membuat tampilan Cuil seperti format yang digunakan majalah pada umumnya. Pengunjung situs Cuil dibuat seolaholah sedang mencari subjek dalam majalah tersebut. Cuil dilengkapi label maupun gambar untuk subjek yang dicari pengunjung.
Patterson juga sengaja menciptakan mesin pencari tersebut lebih aksesibel. ”Cuil dirancang untuk memudahkan pengunjung mencari apa yang diinginkan,” katanya. Walau begitu, Cuil menjamin privasi data perseorangan. Patterson sengaja tidak menempatkan data yang berhubungan dengan privasi seseorang dalam koleksinya.
Patterson juga menciptakan konsep iklan yang berbeda dengan mesin pencari lain seperti Powerset, Wikia, ataupun Wikipedia. Seperti halnya majalah, mekanisme pembayaran iklan didasarkan pada besar iklan yang dipasang, bukan berdasarkan dari frekuensi bayaknya pengunjung iklan tersebut. Kehadiran Cuil menyemarakkan persaingan dunia internet.
Sejumlah analis menilai Cuil berpotensi besar menyamai para pendahulunya lantaran latar belakang para pendirinya mempunyai kapabilitas mumpuni di bidang tersebut. Google menyambut baik pesaing barunya itu. Google menganggap kemunculan para pesaing sangat menguntungkan mesin pencari ini dan semua orang yang berhubungan langsung dengan teknologi internet.
Bagi Google, kehadiran mesin pencari baru akan memotivasinya untuk bekerja lebih maksimal. Sebelum mendirikan Cuil, Patterson pernah bekerja selama dua tahun di Google. Patterson yang bergabung pada 2004 itu berperan dalam membesarkan nama perusahaan.
Dia merupakan salah satu sosok yang membantu membuat cetak biru desain dan membangun beberapa pilar bagi Google. Patterson yang menerima gelar PhD di bidang ilmu komputer dari University of Illinois, Amerika Serikat (AS), merupakan salah satu orang yang dikagumi sebagai arsitek jaringan. Dia pernah menciptakan mesin pencari indeks terbesar di dunia yang berisi 30 miliar halaman. (Koran Sindo)
