Penyedia piranti lunak dan solusi layanan Lawson Software baru saja mengumumkan telah dibukanya kantor baru untuk pertama kali di Indonesia pada April silam.
“Sebenarnya produk kami (Lawson Software) sudah tersedia di Indonesia sejak tahun 1998, dipasarkan oleh mitra kami PT GASI. April silam, kami memutuskan untuk membuka kantor sendiri untuk pertama kali di Indonesia,” tutur Country Sales Manager Lawson Indonesia Arif Gunawan di sela-sela jumpa media di Hotel Grand Hyaat, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2008).
Lawson software merupakan penyedia solusi enteprise performance management, manufacturing resource planning, customer relationship management, manufacturing resource planning, enterprise asset management, dan sejumlah aplikasi lainnya yang dikembangkan khusus berdasarkan kebutuhan industri.
Ada pun beberapa industri yang disasar Lawson Software adalah fashion atau garmen, food & beverage (F&B), consumer goods, pabrik discreet, pabrik proses, distribusi, dan rental.
Saat ini, kabarnya PT GASI tetap menjadi mitra Lawson Software kendati Lawson memutuskan untuk membuka kantor di Indonesia. Arif mengatakan kedatangannya di Indonesia semata-mata hanya ingin menunjukkan keseriusan Lawson untuk menggarap pasar aplikasi di Tanah Air.
“Tenaga ahli mereka (PT GASI) tetap bekerja sebagai konsultan kami. Kami sendiri akan menambah jumlah konsultan sekira 15 tenaga ahli dari enam konsultan bisnis yang sudah ada. Ke-15 konsultan baru tersebut meliputi konsultan bisnis dan teknikal,” jelas Arif.
“Awalnya PT GASI hanya memegang klien di industri fashion dan manufaktur onderdil. Sekarang kami akan mengekspansi pasar lebih luas ke industri lain, terutama F&B dan ESM,” lanjutnya.
Selama 10 tahun beroperasi di Indonesia sebagai mitra Lawson Software, PT GASI baru berhasil menggaet 10 customer, yang diantaranya Nissan dari manufaktur mobil, Sakura dari automotive part, Honey Lady dan Anexindo dari jajaran garmen, Blue Scope untuk baja, dan CSM untuk penyedia jasa komunikasi.
“Ada beberapa kesulitan terkait teknis yang dihadapi PT GASI. Oleh sebab itu, kami hadir di sini untuk mengurangi kesulitan tersebut,” ucap Arif.
Di sela-sela konferensi pers, Arif juga menjelaskan beberapa fokus Lawson Software di pasar Indonesia, yang mana dua di antaranya adalah sektor F&B dan fashion.
“Untuk layanan di sektor F&B, Lawson lebih memfokuskan pada divisi manufakturer, distribusi makanan, dan distribusi layanan makanan. Sedangkan di fashion atau garmen, Lawson memungkinkan adanya collaborative planning antara manufakturer dan desainer via website. Ini dimaksud untuk mengefisiensi biaya produksi,” urai Arif.
Di samping itu, Regional Director ASEAN Trygve Slette memaparkan sejumlah keunikan dari Lawson dibandingkan kompetitor-kompetitornya, antara lain kecenderungan consumer-centric dan friendly-use.
“Sementara vendor aplikasi lain coba untuk mengintegrasi sebanyak-banyaknya fungsi ke dalam suatu solusi, kami lebih kepada permintaan pelanggan, apa yang mereka butuhkan, itu saja yang kami sediakan, tentu lebih efisien,” terang Trygve.
“Tidak hanya itu, layaknya kontes kecantikan, para juri tentu akan memilih seorang kontestan yang memiliki daya tarik tertentu dan tingkat kecerdasan paling tinggi. Begitu pun dengan aplikasi, pembelinya tentu akan memilih aplikasi yang mudah dipakai dan sesuai dengan apa yang ia butuhkan,” pungkas Trygve.
Tahun 2008, Lawson Targetkan Gaet 5 Perusahaan Baru
Lawson Software yang kini memiliki 400 pelanggan di Asia menargetkan akan menambah jumlah kliennya hingga lima perusahaan hingga akhir tahun ini.
Mengesampingkan objektif memperbesar kontribusi pendapatan dari pasar Indonesia, Country Sales Manager Lawson Indonesia Arif Gunawan berkilah bahwa saat ini Lawson masih fokus untuk memperluas atensi pasar Indonesia.
“Untuk saat ini mungkin kontribusi pendapatan dari pasar Indonesia untuk total pendapatan perusahaan masih kurang dari 10 persen. Lagi pula, untuk masa-masa pertama di Indonesia, memperbesar kontribusi pendapatan bukan fokus utama kami. Kami ingin memperluas atensi pasar dulu, memperkenalkan siapa Lawson Software,” jelas dia, di sela-sela jumpa media di Hotel Grand Hyaat, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2008).
“Jadi untuk masa-masa awal ini, kami cukup optimistis bisa gaet lima perusahaan dulu,” imbuhnya.
Hal senada juga terlontar dari mulut Regional Director ASEAN Trygve Slette, yang menyatakan objektif Lawson Software saat ini lebih kepada perkenalan Lawson sebagai penyedia aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) berkelas di dunia.
“Kami kini sudah resmi terdaftar di pasar bursa NASDAQ. Hal ini akan membantu kami memperluas jaringan global Lawson, karena ketika kita sudah terdaftar di NASDAQ, kita akan mendapatkan perhatian lebih dari dunia,” ujar dia di tempat yang sama.
Di dunia, Lawson dilaporkan telah memiliki sekira 4.000 pelanggan yang tersebar di 40 negara. 400 pelanggan di antaranya berada di Asia, dan kini berencana untuk fokus melakukan akuisisi customer sekaligus memperkuat organisasi penjualan dan pemasaran di Jakarta. [Okezone]
