Autodesk Maya Dukung Animasi Film StarWars


JAKARTA – Star Wars datang dengan rasa baru. Kali ini kelincahan dan dahsyatnya perang galaksi divisualisasikan secara animasi berkat bantuan piranti lunak Autodesk Maya.

LucasFilm Animation menggunakan Autodesk Maya untuk menjadi penyokong utama lahirnya bintang-bintang Star Wars yang sudah dikenal seperti Master Yoda, Anakin Skywalker, atau Padme Amidala, ke dalam bentuk gambar bergerak. Untuk ke depannya animasi Star Wars ini memang akan diproduksi ke dalam bentuk serial seperti yang sudah dilakukan pada versi film animasi layar lebar.

Star Wars versi kartun ini diproduksi secara global dengan menggunakan Maya sebagai poros untuk dapat menghasilkan animasi secara lebih detail. Tim dari proyek besar ini terdiri dari Artis digital di California, LucasFilm Animation di Singapura, dan studio partner CGCG di Taipei, yang telah membuat lebih dari 30 episode untuk serial TV. Masing-masing tim mempunyai spesifikasi pekerjaan masing-masing. Untuk tim kreatif yang berbasis di California dan LucasFilm Animation, mereka bertugas menetapkan storyline dan key scenes, sedangkan animator di studio Asia memproduksi animasinya.

Rantai proses poduksi ini dapat menghasilkan rata-rata delapan menit animasi setiap minggunya, yang bisa dibilang sebuah pencapaian produktivitas yang cepat dalam memproduksi sebuah film animasi dan serial TV.

“Maya menjadi platform animasi pilihan untuk industri film. Piranti lunak ini bisa menekan tingkat kompleksitas saat bekerja sama secara global. Maya menjadi pondasi kuat bagi kami untuk mengeksplorasi konsep baru dan memaksimalkan produktivitas serta kreativitas tanpa mengganggu alur produksi global kami,” papar Chief technology Officer LucasFilm Richard Kerris, melalui keterangan persnya, Rabu (10/9/2008).

Tampaknya LucasFilm, masih harus bekerja keras untuk mengembangkan Star Wars kartun ini. Dari berbagai pendapat beberapa pihak yang sudah menonton, apalagi untuk penggemar berat Star Wars, visualisasi The Clone Wars ini dirasa kurang. Selain karena masih ?~kasar? nya gerakan-gerakan badan yang seharusnya terlihat lebih gesit dan lincah, minimnya emosi yang ditunjukkan para pemeran juga mengganggu kenyamanan penonton mengikuti alur cerita..(Okezone)

Tinggalkan Balasan