Download PCMAV versi 1.92

PCMAV versi 1.92 telah dirilis oleh PCMedia, netter bisa mendownloadnya di sini. Beberapa penambahan terjadi pada versi ini seperti engine heuristic yang lebih baik.

Download PCMAV 1.92

Ada beberapa penambahan baru di versi ini yang termuat pada file readme.txt, antara lain:

* Ditambahkan, database pengenal dan pembersih 48 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 2493 virus beserta variannya yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di versi 1.92 ini oleh engine internal PCMAV.
* Diperbarui, cleaner khusus yang dapat mengatasi varian baru virus Windx-Maxtrox yang dapat menginfeksi file executable.
* Diperbarui, rutin yang bertugas dalam melakukan pencarian file.
* Diperbaiki, rutin pembasmian untuk virus yang terdeteksi oleh engine ClamAV statusnya menjadi “Deleted” dan bukan “Cleaned”.
* Ditambahkan, pesan konfirmasi saat hendak menghapus virus yang dideteksi oleh engine ClamAV yang kemungkinan telah menginfeksi dokumen office seperti DOC & XLS.
* Ditambahkan, engine heuristic yang dapat mendeteksi varian baru yang banyak menyebar.
* Diperbaiki, kesalahan deteksi (false alarm) heuristik pada beberapa program dan script.
* Diperbarui, perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang   ditemukan.
* Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV Cleaner & PCMAV RealTime Protector lebih dari sekadar antivirus biasa.

Sumber : Ketok

Facebook Mulai Disisipi Penipu

Para hacker ( peretas) terus melakukan aksinya dengan menggunakan banyak cara, kali ini mereka ‘menerobos’ akun Facebook orang lain untuk menipu.

Inilah yang terjadi di sejumlah pengguna Facebook di Australia, mereka mengaku kalau para peretas tersebut, berhasil membobol akun miliknya. Peretas itu menggunakan akun Facebook untuk mengirimkan sebuah berita bohong, yang ujung-ujung meminta sejumlah uang.

Seperti yang dilaporkan,Sydney Morning Herald, Selasa (20/1/2009), bahwa ada salah seorang pengguna Facebook bernama Michaella Solar, yang ditelpon temannya mengenai keadaan dirinya pasca kecelakaan. Terang saja, itu membuatnya bingung.

Setelah diselidiki, ternyata akun miliknya digunakan oleh peretas untuk mengirim pesan ke sejumlah temannya di Facebook, peretas itu mengabarkan cerita bohong kalau dirinya mengalami kecurian di London, dia pun meminta sejumlah uang untuk pulang ke Australia.

“Dua hari sebelum saya meninggalkan untuk berlibur di luar negeri, peretas masuk ke dalam akun saya dan memulai menghubungi orang-orang di daftar persahabatan saya. Dia mengakui saya kecurian di london setelah dirampok, dan meminta teman saya uang,” ketus Michaella Solar.

Saat ini Solar, meminta agar pengembang jejaring sosial tersebut untuk meningkatkan lagi keamanannya. Karena sampai saat ini, peretas tersebut masih belum diketahui rimbanya, dan kemungkinan besar akan memakan korban yang lebih banyak.

Sumber : Okezone

China Bidik Google untuk Ditutup

Pemerintah China belum mau berhenti dalam menutup berbagai situs. Setelah beberapa waktu lalu melarang web New York Times, kini, dengan dalih mencegah konten pornografi, Negeri Komunis ini tengah membidik Google untuk ditutup.

Sembilan pemerintah daerah telah berkumpul untuk melakukan pembicaraan serius terkait kebijakan mereka untuk mengkampanyekan ‘internet sehat’. Situs-situs yang menampilkan konten cabul pun siap diberanguskan.

Dalam laporan China Daily, Selasa (6/1/2009), dalam menerapkan kebijakannya ini, China juga memasukan situs mesin pencari Google dan Baidu dalam daftar situs yang akan dibredel. Pasalnya, kedua situs tersebut dianggap turut serta dalam menghadirkan konten porno dengan menunjukan linknya.

Tidak hanya itu saja, portal layanan blog Sina dan Sohu, juga terancam ditutup. Alasannya, karena beberapa postingan, serta foto di situs tersebut sering dianggap bermasalah.

Dituduh membantu menunjukan konten porno, tentu saja membuat Google berang. Melalui juru bicaranya, Google China menolak anggapan itu.

“Jika memang ada bentuk pelanggaran, pasti kami akan bertindak. Sejauh ini, kami tidak melihat contoh konten melanggar itu,” terang Cui Jiu.

Sampai saat ini, belum ada laporan kapan kebijakan ini akan dilaksanakan. Yang jelas, ini akan menambah daftar panjang situs yang ditutup oleh China. Padahal, negara ini merupakan pengakses terbesar di dunia, yaitu 250 juta orang. (Okezone)