Pemerintah China belum mau berhenti dalam menutup berbagai situs. Setelah beberapa waktu lalu melarang web New York Times, kini, dengan dalih mencegah konten pornografi, Negeri Komunis ini tengah membidik Google untuk ditutup.
Sembilan pemerintah daerah telah berkumpul untuk melakukan pembicaraan serius terkait kebijakan mereka untuk mengkampanyekan ‘internet sehat’. Situs-situs yang menampilkan konten cabul pun siap diberanguskan.
Dalam laporan China Daily, Selasa (6/1/2009), dalam menerapkan kebijakannya ini, China juga memasukan situs mesin pencari Google dan Baidu dalam daftar situs yang akan dibredel. Pasalnya, kedua situs tersebut dianggap turut serta dalam menghadirkan konten porno dengan menunjukan linknya.
Tidak hanya itu saja, portal layanan blog Sina dan Sohu, juga terancam ditutup. Alasannya, karena beberapa postingan, serta foto di situs tersebut sering dianggap bermasalah.
Dituduh membantu menunjukan konten porno, tentu saja membuat Google berang. Melalui juru bicaranya, Google China menolak anggapan itu.
“Jika memang ada bentuk pelanggaran, pasti kami akan bertindak. Sejauh ini, kami tidak melihat contoh konten melanggar itu,” terang Cui Jiu.
Sampai saat ini, belum ada laporan kapan kebijakan ini akan dilaksanakan. Yang jelas, ini akan menambah daftar panjang situs yang ditutup oleh China. Padahal, negara ini merupakan pengakses terbesar di dunia, yaitu 250 juta orang. (Okezone)

Januari 7, 2009 pukul 1:45 am
setuju
Januari 12, 2009 pukul 4:40 pm
kedewasaan pengguna internet seharusnya perlu lebih di benahi! Bukan Googlenya yang haeus ditutup!
Masa’ gara-gara pisau ada yang gunakan untuk membunuh, terus kita melarang penggunaan pisau dalam segala hal!
betul ngga?